Ngampungan, 2025 —
Desa Ngampungan menerima bantuan teknologi Internet of Things (IoT) dari Universitas
Brawijaya (UB) Malang untuk mendukung sistem monitoring iklim
pertanian di wilayah desa. Teknologi ini dihadirkan sebagai bagian
dari upaya peningkatan produktivitas pertanian dan adaptasi terhadap perubahan
iklim.
Perangkat IoT yang dipasang dapat
mengukur suhu udara, kecepatan dan arah angin, curah hujan, kelembaban udara,
serta tekanan udara. Seluruh data dikirim secara langsung ke server berbasis
cloud dan dapat diakses secara online oleh petani maupun perangkat desa untuk
membantu pengambilan keputusan pertanian secara lebih akurat dan efisien
Melalui inovasi ini, petani di
Desa Ngampungan diharapkan dapat:
- Mengetahui kondisi iklim dan tanah secara akurat
- Mengatur jadwal tanam, penyiraman, dan pemupukan
secara lebih tepat
- Mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan
cuaca ekstrem
- Meningkatkan hasil dan efisiensi pertanian secara
keseluruhan
Dalam sambutannya, Kepala Desa
Ngampungan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan teknologi dari
Universitas Brawijaya.
“Kami berterima kasih kepada tim
Doktor Mengabdi UB yang telah membantu menghadirkan inovasi digital untuk
petani kami. Dengan alat ini, petani dapat mengetahui kondisi cuaca, kelembapan
tanah, dan suhu udara secara langsung tanpa harus menunggu laporan manual, Dengan
hadirnya teknologi ini, Desa Ngampungan semakin siap menjadi desa pertanian
modern yang adaptif dan berdaya saing ” ujarnya..
Kegiatan yang diketuai oleh Dr.
Rosihan Asmara, SE., MP. ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin
antara dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Dalam tim
tersebut, turut berpartisipasi Dr. Raden Arif Setyawan, ST., MT. dari
Jurusan Teknik Elektro UB, serta mahasiswa Program Studi Agribisnis dan Teknik
Elektro.
Program Doktor Mengabdi
Universitas Brawijaya merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang
melibatkan dosen dan mahasiswa program doktor untuk menerapkan hasil riset ke
masyarakat secara langsung. Di Desa Ngampungan, tim juga memberikan pelatihan
digitalisasi pertanian, pemanfaatan data iklim, serta pengelolaan pertanian
berkelanjutan berbasis teknologi.
Dengan hadirnya teknologi IoT
ini, Desa Ngampungan diharapkan menjadi model desa cerdas (smart
village) yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
kearifan lokal dalam pembangunan pertanian modern.